Wednesday, 31 August 2016

Chevrolet Kembangkan Teknologi Awasi Remaja ketika Berkendara

NEW YORK - Chevrolet mengembangkan teknologi Teen Driver yang dapat mengetahui data penggunaan kendaraan selama perjalanan serta karakter berkendara pengemudi remaja.
Sebelumnya, produsen automotif berlogo dasi kupu-kupu itu telah melakukan riset yang mengungkap bahwa sebanyak 55 persen orangtua saat ini lebih mengkhawatirkan anak mereka mengemudi ketimbang aktivitas yang mengandung risiko lainnya.
Teknologi monitoring ini berfungsi memberikan laporan kepada orangtua saat kendaraan digunakan anak-anak mereka. Perangkat ini dapat memberikan data dan peringatan suara saat mobil dikendarai melebihi batas kecepatan atau jika melanggar rambu lalu lintas.
Bahkan, teknologi ini juga dapat mematikan sistem audio ketika pengendara tidak menggunakan sabuk pengaman.
Fitur ini akan tersedia pada 2017 untuk beberapa model Chevrolet antara lain Bolt, Camaro, Colorado, Cruze, Malibu, Silverado, Silverado HD, Suburban, Tahoe, dan Volt.(mli)

Monday, 15 August 2016

Teknologi Rem CBS

Udah tahu belum teknologi canggih yang ada di motormu? Canggih? Kalau makin canggih biasanya makin ribet ya perawatannya. Setuju enggak? Eits, tapi itu enggak berlaku sama CBS!
Apaan tuh? CBS atau Combi Brake System adalah teknologi rem canggih. Karena teknologi CBS ini super canggih, banyak yang bingung cara merawat CBS. Takutnya, karena canggih, perawatannya juga ribet dan mahal.
Ternyata, teknologi CBS ini enggak perlu perawatan sama sekali. Hal ini bisa terjadi karena teknologi yang diterapkan pada CBS masih menggunakan sistem mekanis. Artinya, CBS menggunakan kabel konektor untuk menghubungkan rem depan dan belakang.
Pada dasarnya rem yang dikembangkan pabrikan Honda ini bukan berfungsi untuk menghentikan motor, tetapi untuk memperlambat laju kendaraan secara bertahap sampai kecepatan 0 kilometer/jam.
Dengan hadirnya teknologi CBS ini, Anda dapat melakukan pengereman secara optimal pada rem depan dan rem belakang. Pada rem depan jarak pengeremannya terlalu pendek, sedangkan rem belakang jarak pengeremannya lebih panjang. Sehingga jika digabungkan akan menghasilkan pengereman yang optimal dan tepat.

Sunday, 14 August 2016

Alat Deteksi Kesehatan Mahasiswa Universitas Indonesia

Depok - Mahasiswa Universitas Indonesia berhasil menciptakan teknologi yang mampu memantau kondisi kesehatan pasien rawat jalan dari jarak jauh secara real time. Terobosan baru dengan mengembangkan suatu teknologi bernama Real Time Telemonitoring System (RTTS) itu dilakukan oleh Rafi Kurnia - Teknik Komputer 2012, Claudia Khansa - Teknik Elektro 2012, Yudi Reza - Kedokteran 2014, serta Dimas Hendrawan - Teknik Mesin 2013. Ketua Tim RTTS Rafi Kurnia menuturkan pembuatan RTTS lantaran timnya melihat tidak sebandingnya ketersediaan fasilitas kesehatan dan rumah sakit dengan jumlah permintaan akan kebutuhan medis bagi pasien. Ditambah lagi, bagi para pasien rawat jalan khususnya pasca kritis memerlukan pemantauan kesehatan secara intensif dari tenaga spesialis. "Kami melihat potensi masalah tersebut. Dan akhirnya menggagas sebuah alat yang mampu mencegah keterlambatan penanganan oleh tenaga medis," ucap Rafi. Selain itu, alat ini berguna meningkatkan pemantauan kesehatan secara intensif dari tenaga spesialis. Sebab, RTTS merupakan sebuah alat single board computer yang terhubung ke jaringan Internet dengan ketahanan baterai hingga 13 jam dan dapat di-charge kembali. RTTS yang besarnya seperti kotak P3K ini memiliki berat lebih kurang 2 kilogram dan sejauh ini telah memiliki 3 sensor yang berguna untuk memantau pasien penyakit kardiovaskuler atau jantung. RTTS juga didesain sedemikian rupa untuk menciptakan kenyamanan pasien, di antaranya sensor yang digunakan tidak menggangu titik-titik persendian sehingga tidak menyulitkan pergerakan. "Cukup efisien dari bentuk maupun cara kerjanya." Rafi menambahkan ada empat keunggulan pada alat RTTS ini, yaitu portable, ergonomis, mudah digunakan, dan harga terjangkau. RTTS menggunakan sistem telemonitoring sehingga kondisi pasien rawat jalan dapat terus diakses dengan mudah dan real time oleh tenaga kesehatan. Adapun informasi vital pasien yang dapat diperoleh dari RTTS ,di antaranya sensor EKG, sensor denyut nadi, dan sensor suhu tubuh. Cara kerja RTTS dimulai dari pengolahan data sensor yang kemudian ditransmisikan menjadi data informatif dan akan dikirimkan menggunakan jaringan Internet. Selanjutnya, tenaga medis dapat memantau perubahan kondisi pasien dari waktu ke waktu secara real time melalui website, sehingga dapat mengantisipasi kemungkinan terburuk pada pasien dan memperbesar kemungkinan penanganan medis secara dini. IMAM HAMDI

TEMPO.CO

Pages

Powered by Blogger.